Selasa, 01 Januari 2013

System yang komplit

System yang komplit

System trading yang komplit adalah:
1. Jelas MARKET nya, tiap market punya karakter tersendiri, punya VOLATILY yang berbeda, punya open market dan close market yang berbeda.
2. Jelas TIME FRAME nya, system scalping tidak akan cocok digunakan untuk longterm atau daytrading.
3. Jelas ENTRY nya, berupa signal visual yang tertera di chart kamu, sebagai contoh bila ma1 memotong ma2 dan berada di atas ma3, dengan deMark diatas 50 dan ADX diatas 30 maka merupakan signal buy. dan hanya masuk posisi jika dan hanya jika ada SIGNAL, jangan menghayal yang belum terjadi, tapi lihat KENYATAAN di chart.
4. Jelas TAKE PROFIT nya, TP harus optimum, artinya harus semaksimal mungkin tetapi harus kejemput, sebelum market balik arah. mungkin bisa pake TRAILING STOP, Hal ini bisa diketahui dari simulasi.
5. Jelas STOP LOSS nya, SL harus optimum, artinya harus seminimal mungkin tetapi jangan sampai kejemput oleh NOISE yang dihasilkan market. Hanya dengan simulasi SL yang optimum bisa diketahui.

Jika anda belum punya system trading yang kumplit, saya sarankan CARI secepat mungkin. karena trading tanpa system adalah bunuh diri.
Jika anda masih trader level 1, jangan harap anda bisa membuat system sendiri. hanya trader level 3 keatas yang mampu membuat system kumplit yang profit.
Sebagai analogi seorang KOKI tidak akan mampu membuat resep masakan baru jika dia belum pernah memasak sama sekali, mungkin dia memang bisa masak namun jangan tanya bagaimana rasanya, KOKI yang jago, kenal puluhan / ratusan resep masakan, dan setelah itu baru dia bisa membuat resep masakan sendiri. Masuk akal kan?

Trader itu ada dalam posisi rugi

Trader itu ada dalam posisi rugi

Pada saat seorang trader trading, dia akan dihantam 3 hal:
1. SLIPPAGES, adalah perbedaan harga yang diinginkan pada saat dealing / Klik mouse pada on-line trading, dan harga akhir yang diperoleh. Biasanya perbedaannya adalah 2-5 point.
2. SPREAD, adalah selisih yang diambil broker untuk dinikmatinya. biasanya berkisar antara 2-10 point.
3. KOMISI, untuk big rata-rata $50 dan mini rata-rata $5, tergantung brokernya ada yang dikembalikan Fifty-Fifty ke trader, atau ada juga Broker SERAKAH yang lebih banyak ngambilnya.

jika dihitung secara kasar 1 poin sama dengan $10 maka, tiap kali trading Broker akan ngambil sekitar $200 tak peduli tradernya profit atau LOSS. dan trader dengan pasrah hanya akan menerima segelintir komisi saja.

Kemana uang itu mengalir? biasanya Broker, BAPPEPTI, BBJ/BEI akan bagi-bagi sambil tertawa.

Rabu, 19 Desember 2012

Profit Dengan Sistem 123


Profit Dengan Sistem 123

Suatu sistem diperlukan untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam trading. Sistem ini haruslah dibuat sesederhana mungkin sehingga dapat digunakan secara konsisten oleh pemakainya. Dari riset saya menemukan sistem trading yang terbilang simple dan mudah diaplikasikan. Sistem ini dibahas dalam suatu forum trading di internet dan mungkin dapat menjadi sumber inspirasi untuk membuat sistem trading yang sesuai dengan karakter trading para pembaca.
Sistem ini mengambil teknik 123 yang sudah lama diterapkan di pasar keuangan. Teknik 123 semacam teknik yang menghitung gelombang pergerakan harga untuk memprediksi kemungkinan arah pergerakan selanjutnya.

Dan teknik ini digunakan untuk mencari kemungkinan pembalikan tren (trend reversal)Trading Sistem 123 - twps2 - www.seputarforex.com
Mungkin yang akan menjadi pertanyaan anda bagaimana cara menentukan titik 1, 2, dan 3. Pada saat pergerakan harga sedang trending kemudian harga mengalami koreksi yang dalam, titik awal koreksi itu kita jadikan titik 1. Sedangkan ujung dari level koreksi yaitu level dimana harga mengalami konsolidasi merupakan titik 2. Sementara titik 3 kita pilih kondisi pergerakan harga yang memenuhi kriteria retracement Fibonacci 61.8% dari titik 1 dan 2 atau lebih namun tidak melewati titik 1.

Trad. Sis.123 - twps2 - www.seputarforex.com
Lalu level masuk kita letakkan saat harga melewati titik 2 dengan menempatkan level stop loss di bawah titik 3 untuk posisi beli atau di atas titik 3 untuk posisi jual. Atau bila pergerakan harga sangat fluktuaktif, kita bisa menempatkan level stop loss di bawah/ atas titik 1. Kemudian jarak pips antara titik 2 dan 3 kita jadikan besaran target profit. Cukup mudah bukan? Dan kita tidak perlu menggunakan indikator teknikal lainnya.

Kita ambil contoh pergerakan 15 menit GBP/USD pada tanggal 13 Desember 2010. Pada pukul 15.20 WIB harga berada di level 1.5793 kemudian harga berangsur turun hingga mulai koreksi di level 1.5718 pada pukul 17.15 WIB. Level ini kita jadikan titik 1. Trading sistem 123 - twps2 - www.seputarforex.com
Titik 2 kita peroleh pada pukul 19.15 WIB di 1.5765 dimana pergerakan koreksi mulai tertahan. Lalu kita menggunakan Fibonacci retracement untuk mengukur kemungkinan titik 3 berada. Dengan pengukuran retracement 61.8% antara titik 1 dan 2, kita peroleh titik 3 kira-kira di level 1.5736. Dan harga ternyata melebihi level tersebut namun tidak melampaui titik 1. Titik 3 tersebut valid.

Setelah kita dapatkan titik 123, kita menunggu harga menembus ke atas titik 2 untuk dijadikan level masuk beli (di kisaran level 1.5767 – entry point) dengan level stop loss beberapa pips di bawah titik 3 (di kisaran level 1.5716 – SL1) atau di bawah titik 1 dan besaran target profit disamakan dengan jarak antara titik 2 dan 3 dan didapat di level 1.5814 – TP1. Kita bisa menerapkan risk management dengan membuka 2 lot. Lot pertama kita keluarkan saat TP1 tercapai. Kemudian SL1 kita naikan ke sl2, sehingga untuk lot ke-2 ini kita bebas resiko. Lalu lot kedua kita keluarkan di tp2. Sistem ini sangat cocok di sesi perdagangan yang volatilitas harganya besar yaitu mulai dari sesi perdagangan Eropa dan Amerika.

hasil trading tanggal 28 Desember 2012....


tgl 04 januari 2013

Kamis, 26 Juli 2012

6 Strategi Trading para Trader Sukses


6 Strategi Trading para Trader Sukses

Dalam dunia Online Trading, Para trader memiliki strategi dan teknik masing masing untuk menganalisis dan mengambil keputusan transaksi. Beberapa diantara strategi trading mereka ada yang hanya menggunakan strategi trading fundamental (misalnya berdasarkan berita atau indikator terkini) atau hanya menggunakan faktor teknikal (misalnya mengamati grafik dan indikator harga) sementara beberapa strategi trading yang lain menggabungkan kedua jenis analisa di atas. Berikut 6 strategi trading yang dimiliki oleh trader yang berhasil adalah:
1.    Trading Plan
Keseluruhan trader yang sukses memiliki trading plan. Secara umum isi dari strategi trading plan tersebut adalah Penentuan secara spesifik kapan akan mengambil posisi dan kapan akan melikuidasi posisi tersebut. Penentuan resiko strategi trading yang juga spesifik. Kapan, di harga berapa kerugian akan di hentikan, berapa jumlah resiko maksimal yang akan diterima. Penyesuaian hasil trading dengan kapasitas transaksi. Penyesuaian strategi trading ini dilakukan baik ketika menghadapi keuntungan maupun kerugian, baik menggunakan leverage maupun tidak
Yang terpenting dalam strategi trading plan ini bukan hanya pada penyusunannya, namun lebih kepada pelaksanaannya. Trader yang sukses tersebut melaksanakan strategi trading dengan sabar dan disiplin rencana yang telah disusun, tidak mudah panik menghadapi kondisi pasar yang bergerak dinamis dan selalu menganggap bahwa trading adalah bisnis atau investasi jangka panjang.Setelah Anda menyusun strategi trading Anda sendiri, hal yang terbaik Anda lakukan adalah melaksanakan rencana tersebut dengan disiplin dan sabar. Waktu akan membantu Anda mengenali kapan strategi trading tersebut harus di review dan disesuaikan kembali.
2.    Menerima kerugian
Umumnya di atas 90% dari trader yang gagal adalah yang tidak pernah belajar menerima kerugian. Merasa bahwa keputusan mereka benar dan ketika terjadi kesalahan, strategi trading mereka fokus pada posisi yang yang mengalami kerugian dan melewatkan kesempatan transaksi lain yang muncul. Trader yang sukses tidak pernah menganggap kerugian bersifat personal, bukan soal strategi trading siapa yang benar, tapi lebih kepada bagaimana menghasilkan keuntungan. Mereka yang berhasil adalah yang langsung menghentikan posisi (cut loss) ketika memahami kesalahan dan fokus pada peluang lain yang dapat dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan.
3. Mudah dan sederhana
Karakteristik trader sukses yang lain adalah bahwa mereka tidak membuat aturan transaksi menjadi rumit dan kompleks. Aturan transaksi strategi trading mereka simple dan mudah untuk diikuti atau disesuaikan dengan perubahan pasar yang konstan.
4. Hasil lebih baik dengan resiko yang kecil
Sebelum masuk posisi, trader sukses mempertimbangkan berapa potensi kerugian dan berapa potensi keuntungan. Jika strategi trading mereka menemukan peluang resiko yang tidak sepadan dengan keuntungan, maka mereka tidak akan mengambil posisi. Trader sukses tidak terburu-buru dalam mengambil keuntungan, namun juga tidak akan menunggu hingga keuntungan berubah menjadi kerugian.
5. Mengikuti arah harga
Sejarah telah membuktikan bahwa strategi trading trader yang berhasil adalah trader yang hanya mengambil peluang transaksi yang sesuai dengan arah (trend) pasar. Hal ini juga berlaku bagi swing trader, yang mengambil posisi pendek dan cenderung berlawanan dengan trend besar. Strategi trading mereka mengambil posisi sesuai dengan trend dengan periode yang berbeda.
6. Jangan Over-trading
Trader yang sukses tidak akan terlibat atau terikat terlalu dalam terhadap satu posisi pada satu instrumen. Banyak trader masuk posisi tanpa alasan yang jelas dan tidak sesuai dengan strategi tradingnya. Tidak demikian halnya pada trader sukses, strategi trading mereka masuk posisi dengan alasan yang jelas, sesuai dengan seluruh kriteria yang ada dalam rencana strategi trading dan fokus pada keseluruhan rencana dan bukan hanya pada hasil posisi yang ada.
Walaupun sebagian besar trader sudah mengetahui poin penting strategi trading yang menentukan dalam keberhasilan trading, tapi sedikit dari mereka yang benar-benar mengaplikasikan strategi trading apa yang telah di ketahui. Pelaksanaan inilah yang membedakan antara trader sukses dan gagal.
refferensi by BROKERSINDO.COM

Jumat, 20 Juli 2012

Mencoba Trading Forex Manual, Strategi Forex Averaging



Sebenarnya saya tidak begitu mengerti tentang trading forex manual, yang saya tahu adalah trading menggunakan robot forex, kemudian ditinggal, dan esoknya tinggal melihat profit:)Namun kali ini saya akan membahas strategi trading manual yaitu teknik forex averaging, bagaimana sih strategi forex averaging itu?
Secara teknis, strategi forex averaging adalah usaha trading forex yang dalam praktek masuk pasar hanya ada satu arah. Meskipun searah, dibutuhkan berkali-kali open posisi. Maksudnya, apabila posisi pertama adalah posisi buy atau long, atau beli, maka posisi selanjutnya juga sama yaitu buy only begitupula sebaliknya. Meskipun terjadi floating minus, namun tetap buy hingga terbentuk profit.
Bisa dibayangkan kalau strategi forex ini membutuhkan modal yang besar untuk menahan floating minus tadi. Namun saya kira dengan modal Rp.1.000.000,- atau sekitar USD100, kita bisa menggunakan teknik averaging ini dengan mengambil lot terkecil.

Bagaimana penerapan strategi forex averaging?

Ok, akan saya kasih contoh. Misalnya saya masuk pasar dengan buy GBPUSD 0.01 lot pada harga 1.5545 dan memasang take profit 20 poin di 1.5565. Karena harga turun, maka saya pasang buy lagi 0.01 lot di harga  1.5525 dan memasang take profit di harga 1.5555. Harga terus turun, maka saya beli GBPUSD 0.01 lot lagi di 1.5505, take profit di 1.5535.
Akhirnya harga naik dan menyentuh take profit pertama yaitu di 1.5535. Dua posisi diatasnya saya close manual karena kalau dijumlah, hasil akhirnya profit. Penjumlahannya:
Posisi 1. OP di 1.5545, close di harga 1.5535= USD -0.1
Posisi 2. OP di 1.5525, close di harga 1.5535= USD 0.1
Posisi 3. OP di 1.5505, close (TP) di harga 1.5535= USD 0.3 atau sama dengan 30 PIPS!!
Total profit= -0.1+0.1+0.3=$0.3.
Keterangan: OP: Open Position. TP: Take Profit.
Apakah strategi forex ini profitable?
Apa strategi forex ini bagus dan selalu profitable? Jawabannya adalah tergantung! Anda tahu dalam forex tidak ada yang pasti kan? Maka dari itu Anda pasti mengerti apa yang saya maksudkan. Eits, tapi jangan salah, strategi ini sangat manjur juga apabila dilakukan dengan disiplin tinggi.
Biasanya dalam menggunakan teknik ini, para trader ada yang menggunakan indikator forex, ada juga yang tidak menggunakan alias blind trading.
Biasanya trader individu menggunakan teknik forex averaging apabila sudah benar-benar yakin arah harga namun tebakannya meleset. Akhirnya mereka  menambah posisi dan menambah lagi.
Saya pernah diberitahu oleh teman saya kalau strategi forex averaging juga sering dilakukan oleh bank. Bank menggunakan teknik ini dan melakukan buy only untuk mendapatkan bunga dari swap. Jadi setiap hari bank menerima bunga untuk posisi yang menginap (swap) tersebut meskipun menahan minus yang banyak.