Rabu, 23 Januari 2013

MANAJEMEN MARGIN



FLOATING, TARGET & STOP LOSE STRATEGY
Margin = equity anda yang tersedia untuk menahan kekalahan (minus).
Trade sesungguhnya bukanlah kepintaran anda dalam analysis fundamental (news), analysis Technical (membaca grafik), melainkan hanyalah kepiawaian anda melakukan MANAJEMEN MARGIN.Terbukti bahwa 90% trader GAGAL dalam trade Forex hanya disebabkan melakukan Manajemen Margin yang salah.
Contoh Manajemen ini sebagai berikut :
Anda Deposit dengan $1.000 pada ForexFirm dengan Laverage 1:100, ini artinya anda memiliki kekuatan quantity sebesar 100.000. Jika anda lakukan trade dengan quantity 10.000 maka sesungguhnya anda telah menggunakan 10% dari margin anda. 
Jika ternyata posisi yang anda pilih salah dalam trade, maka anda memiliki kemampuan untuk menahan kekalahan sebesar -900 pips untuk satu posisi tersebut. Jika posisi -900 pada posisi anda dijumpai maka anda akan kena ”MARGIN CALL” dan nilai deposit anda akan menjadi tinggal $100, senilai Quantity anda tadi….hilanglah $900 anda.
Kesalahan ini disebabkan karena anda melakukan FLOATING.
Floating ini adalah membuka posisi SELL ataupun BUY tanpa ditutup dengan TARGET maupun STOP LOSS.
Jika anda tutup dengan Order Target, maka di posisi tersebut posisi anda otomatis tertutup 
dengan hasil PROFIT. Jika anda tutup dengan Order Stop Loss, maka posisi tersebut otomatis tertutup dengan hasil MINUS. Tradding dengan FLOATING adalah BUNUH DIRI….!!!! Nah, untuk menghindari hal ini, anda harus melakukan manajemen margin yang akurat, caranya adalah :
1. BUY hanya disaat posisi currency RENDAH.
2. SELL hanya disaat posisi currency TINGGI.
3. Sebaiknya jangan gunakan Margin > 10 %.
Sekarang permasalahannya kan udah berubah…….
Permasalahannya adalah bagaimana caranya menemukan bahwa harga saat ini adalah merupakan harga Rendah atau Harga Tinggi agar bisa dilakukan Open Posisi yang sesuai.Rumus Ketahan Point Pada transaksi dari Trading Valas (Forex), sebaiknya anda gunakan maximum quantity contract size yang dianjurkan yaitu sebesar 5% modal anda (atau paling maximal 10% modal anda untuk penggunaan teknik ini) kerana dengan quantity contract size yang sebesar 5% modal anda, maka floating open posisi dari transaksi anda akan sanggup menahan hingga 1900 point (artinya kalau total loss anda -1900 pips, anda baru akan terkena margin call atau diliquidasi)
Rumus Ketahanan Point = ((modal equity – (total quantity contract size x 1%)) / total 
quantity contract size ) x 10000
Contoh: Modal awal anda $500, maka maximum quantity contract size yang anda inputkan untuk trading anda (per transaksinya) = 2500 ($25) , sehingga pergerakan pointnya (pips) menjadi $0.0001 x 2500 = $0.25 per pipsnya (untuk mata uang direct). Bila modal anda $1000 maka quantity contract size yang dianjurkan adalah 5000 ($50), dan seterusnya.

Minggu, 13 Januari 2013

CARA TRADING SAAT BREAKOUT


Breakout, tentunya sudah tidak asing bagi kita yang sudah belajar analisis teknikal saham.Breakout adalahmomen dalam pergerakan harga saham, dimana harga saham telah melewati area atap atau lebih dikenal sebagai area resisten saham. Resisten seringkali diartikan sebagai level harga yang secara psikologis menahan pergerakan harga saham untuk naik lebih tinggi lagi. Resisten bisa diibaratkan seperti atap. Analoginya seperti ini, jika kita melempar bola ke atas lalu mengenai atap rumah kita, maka logikanya bola tersebut tentunya akan memantul dan kembali ke bawah. Nah jika harga saham telah menyentuh area resisten, maka pada umumnya akan cenderung untuk turun. Inilah alasannya kenapa seorang pelaku pasar akan berhati-hati ketika sebuahsaham telah menyentuh area resisten atau area psikologisnya. Hal ini terjadi karena, pada saat harga saham mendekati area resisten, rawan terjadi aksi profit taking yang menyebabkan harga kembali turun. Oleh karena itu, para trader atau pelaku pasar jangka pendek akan sangat waspada pada momen ini.

Apabila harga saham ternyata mampu melampaui area resisten, apa yang terjadi? Yang terjadi adalah breakout. Biasanya breakout terjadi jika disertai dengan volume perdagangan yang tinggi, dan hal ini dapat memberikan dampak yang signifikan yang dapat berlanjut terhadap penguatan harga saham.
Lalu, bagaimana cara trading saham saat breakout dan memanfaatkan momen ini untuk memperoleh profit?  Berikut ini adalah cara trading saham ketika harga mengalami breakout :
1. Beli saham sebelum terjadi breakout
Apabila kita telah mendapat sinyal akan terjadinya breakout, kita bisa membeli saham ketika breakout belum terjadi. Namun cara ini cukup beresiko. Karena tentunya breakout itu sendiri belum tentu akan terjadi meskipun kita sudah melihat tanda-tandanya. Nah, sisi positifnya adalah ketika breakout benar-benar terjadi, pastinya kita akan sangat lega karena mendapat harga yang jauh lebih murah dan potensi profi lebih besar.

2. Membeli saham breakout ketika harga sudah berada di atas titik breakout
Terjadinya breakout, didukung oleh volume perdagangan saham yang tinggi. Hal ini membuat harga naik dengan cepat. Ketika ada konfirmasi bahwa telah terjadi breakout, tentunya harga sudah berada jauh diatas titik breakout itu sendiri. Keuntungannya apabila kita membeli saham pada posisi ini, kita pastinya akan dapat sahamnya, karena sebuah saham yang mengalami breakout terkadang akan bergerak cepat dan belum tentu akan mengalami retracement (harga saham kembali ke titik breakout). Namun, resikonya adalah tentunya kita akan mendapatharga saham yang lebih mahal. Dan jarak dengan level stop loss yang telah kita tentukan (di bawah area resisten sebelum terjadinya breakout) akan semakin jauh, dan tentunya apabila titik stop loss yang kita tentukan tersebut tersentuk, sudah dipastikan kita akan mengalami kerugian yang cukup besar.

3. Membeli saham breakout ketika mengalami retracement
Retracement adalah ketika harga saham turun untuk sesaat kembali ke titik dimana breakout terjadi, yang telah menjadi titik support/alas. Titip support bekas terajadinya breakout akan menahan harga saham agar tidak turun lebih dalam. Dan inilah saat yang terbaik untuk membeli saham ketika terjadi breakout. Karena pada titik ini, saham sudah terkonfirmasi telah mengalami breakout. Keuntungan membeli saham pada posisi ini adalah, kita tentunya mendapat harga sahamyang lebih murah dan jarak dengan titik stop loss tidak terlalu jauh. Tapi, sayangnya saham yang mengalami breakout tidak semuanya akan terjadiretracement atau turun lagi ke titik bekas breakoutnya. Karena saham yang breakout dengan volume tinggi cenderung berpotensi menlanjutkan penguatan.

Nah, dari ketiga cara tersebut, manakah yang terbaik dan bagaimana caranya? Yang terbaik adalah kita membeli sesuai poin 2 dan poin 3 secara bertahap. Tentunya pengaturan portofolio atau money management dengan baik berperan sangat penting. Lalu, sebaiknya cara ini dilakukan ketika pasar sedang berada dalam trend naik, bukan berada pada trend sideways (mendatar) atau malah trend menurun. Dan cara ini tidak terbatas pada trading saham, namun juga bisa digunakan pada trading forex atau komoditi.

Disadur dari tulisan Ellen May di DetikFinance.com

Penerapan Strategi 24 Ala Sun Tzu Dalam Trading Forex

 

Cari lintasan aman untuk menjajah Kerajaan Guo.
Pinjam sumberdaya sekutu untuk menyerang musuh bersama. Sesudah musuh dikalahkan, gunakan sumberdaya tersebut untuk menempatkan sekutu anda pada posisi pertama "untuk diserang".

Pahamilah bahwa Kekuatan Trader tidaklah sebanding dengan Kekuatan Broker maka Jadikanlah Broker sebagai Sekutu untuk meraih kemenangan.

Semoga Bermanfaat.... Salam STI

Penerapan Seni Bertempur ala Sun Zu Dalam Forex



"Katau tidak menguntungkan, janganlah bertindak.
Kalau tak mungkin menang, janganlah menggunakan pasukan.
Katau tidak dalam bahaya, janganlah bertempur. "

'Raja tak dapat membangkitkan pasukan hanya dengan murkanya.
Jenderal tak dapat bertempur hanya dengan kepahitannya.
Kalau sesuai dengan keuntungan, gunakanlah pasukan.
Katau tidak, berhentilah....!!!! "

Semoga Bemanfaat....Salam STI

STRATEGI SUN TZU KE 36

Salah satu Strategi Sun Tzu yang paling dikenal adalah strategi ke 36 Untuk Mengatasi Floating dalam Trading....

Lari untuk bertempur di lain waktu. Hal ini diabadikan dalam bentuk peribahasa Cina:
“Jika seluruhnya gagal, mundur”
Jika keadaannya jelas bahwa seluruh rencana aksi anda akan mengalami kegagalan, mundurlah dan konsolidasi pasukan. Ketika pihak anda mengalami kekalahan hanya ada tiga pilihan: menyerah (LOSS), kompromi (Floating Unidirectional), atau melarikan diri (CUTLOSS). Menyerah adalah kekalahan total, kompromi adalah setengah kalah, tapi melarikan diri bukanlah sebuah kekalahan. Selama anda tidak kalah, anda masih memiliki sebuah kesempatan untuk menang lain waktu...!

Semoga Bermanfaat....Salam STI