Minggu, 14 April 2013

APAKAH FOREX BISA DIJADIKAN PENGHASILAN/PEKERJAAN UTAMA ???


Mari kita pelajari dulu apa itu Trading For Living? Apa pentingnya? Mengapa Trading For Living begitu populer? Mengapa banyak orang ingin melakukannya? Trading For Living berarti bahwa trader melakukan beli jual (saham/forex/valas/komoditas) untuk memenuhi kebutuhan hidup. Trading For Living menarik karena trader memiliki kebebasan waktu dan tempat, tidak terikat jam kantor. Begitu banyak orang yang ingin Trading For Living . Apa saja sebenarnya yang diperlukan oleh seorang trader untuk melakukannya ? 

Untuk Trading For Living , pertama-tama kita harus menghitung biaya hidup setiap bulan. Yang namanya Trading For Living berarti trading untuk memenuhi kebutuhan hidup. Menarik ya :) Oleh karena itu sebelum bertindak lebih jauh, trader harus menghitung biaya hidup setiap bulan. Trader yang belum menikah atau hanya menghidupi dirinya sendiri membutuhkan sedikit biaya hidup. Selain biaya hidup, trader yang sudah berkeluarga tentunya harus memikirkan berbagai macam biaya darurat. Selain itu, trader juga harus menghitung berapa sisa penghasilan setelah dipotong biaya hidup untuk diinvestasikan ulang. Jika berkisar Rp 5.000.000 maka kita harus memperoleh penghasilan lebih dari Rp 5 juta. Kelebihannya untuk diinvestasikan sisanya, atau untuk biaya darurat. Biaya per bulan yang harus diraih menjadi target bagi orang yang ingin Trading For Living. 

Setelah menghitung biaya per bulan, hal kedua yang harus diperhatikan adalah : cek kemampuan trading / skill kita. Sebelum mulai Trading For Living sebaiknya cek dulu kemampuan trading kita beberapa bulan terakhir. Berapa % rata-rata profit yang sanggup kita hasilkan dalam setiap bulannya? Pada umumnya trader pemula yang sudah bisa menghasilkan rata-rata 2 - 5% per bulan, sudah bagus. Trader yang belum bisa profit konsisten sebaiknya jangan terlalu cepat memutuskan. 

Faktor penting ketiga yang harus diperhatikan sebelum Trading For Living adalah : cek modal yang kita miliki. Nah sekarang kita sudah tau berapa rupiah nominal yang harus kita kumpulkan tiap bulan untuk memenuhi kebutuhan hidup (target). Kita juga sudah tahu kemampuan trading kita rata-rata tiap bulan bisa menghasilkan profit berapa % (misalkan 5%). Dari kedua variable tersebut kita bisa menghitung berapa modal yang kita butuhkan. 

Gimana caranya dengan 5% profit, bisa dapat nominal profit melebihi yang kita butuhkan tiap bulan?(dalam contoh di atas adalah Rp 5 juta). Modal = 5 juta : 5% = 100 juta. > ini baru jumlah minimal supaya kebutuhan hidup kita terpenuhi lewat Trading For Living. Jika ingin mendapat lebih supaya bisa diinvestasikan ulang atau menyiapkan biaya untuk hal-hal darurat. Dari contoh di atas, kita harus bisa menghasilkan lebih dari 5 juta tersebut melalui Trading For Living. Masalahnya, ketiga unsur di atas meski terlihat sederhana namun sangat riskan jika 1 saja tidak terpenuhi. Bagaimana jika trader tidak bisa menghasilkan profit sejumlah biaya hidup sebulan via Trading For Living ? Kita tahu bahwa dalam setahun, ada bulan-bulan naik dan turun, seperti bulan Mei 2012 ini bursa saham cenderung turun. Market tidak selalu naik tiap bulan, sedangkan asap dapur harus terus mengepul. Bagaimana menyikapinya?

Seorang yang sudah komitmen untuk Trading For Living harus sudah mahir / bisa dibilang professional. Seorang trader professional, mengerti analisis teknikal dengan baik, bisa trading lebih dari 1 instrumen market. Jadi, seorang trader saham, bisa saja putar haluan ke instrument forex/komoditas, dan sebaliknya. Trader forex/komoditas, juga bisa memanfaatkan fluktuasi harga saham ketika sedang uptrend kuat. 

Disadur dari Kultwit tentang Trading For Living oleh Ellen May

Kalo Ane sendiri Trading is For Fun, Hoby & Happyness, bagaimana dengan anda sendiri ???

CARA MENGANALISA MARKET ALA AWST

Bagaimana cara mengetahui pergerakan harga dalam forex market? Kita bisa memprediksi arah market dengan cara menganalisa pasar. Nah, apabila kita mampu menganalisa arah market tentu akan mempermudah dalam memutuskan open posisi buy/sell. Sebuah analisa mendalam sangat dibutuhkan sebelum kita memutuskan untuk melakukan transaksi buy/sell. Karena, apabila kita melakukan open posisi (OP) tanpa menganalisa market, sama halnya kita berjudi/gambling dalam setiap transaksi trading forex yang kita lakukan. Apabila kita selalu berjudi dalam setiap keputusan trading yang kita ambil, tentu kita tidak bisa berharap bahwa forex trading merupakan sebuah bisnis yang mampu memberikan keuntungan besar. Karena ketidak tepatan kita dalam mengambil keputusan dalam setiap transaksi yang disebabkan oleh "judi" itu tadi, artinya kita telah memposisikan modal yang kita gunakan dalam sebuah resiko yang besar.

Apa tujuan dari analisa ini? Tak lain dan tak bukan adalah untuk memprediksi pergerakan forex market kedepan. Apakah nantinya market akan naik atau akan turun. Dan dari hasil analisa tersebut, baru kita bisa melakukan transaksi buy/sell. Dengan lebih percaya diri tentunya, ketimbang memprediksi pergerakan forex tanpa analisa terlebih dahulu. Dalam menganalisa forex market, tentu kita perlu objektif. Karena dengan keobjektifan kita, tentu hasil analisa yang kita dapatkan akan lebih logis tanpa adanya campur tangan emosi di dalamnya. 

Bagaimana cara menganalisa dalam trading forex? Ada beberapa hal yang kita perlukan untuk melakukan analisa. Antara lain :
1. Indikator Pengukur Keramaian Pasar.
Salah satunya yang bisa kita gunakan untuk mengukur keramaian yang sedang terjadi di pasar forex adalah dengan menggunakan indikator bollinger band.

2. Indikator Pengukur Kejenuhan Pasar.
Untuk mengetahui apakah pasar sedang mengalami kejenuhan atau sedang dalam kondisi bergairah. indikator yang saya gunakan indikator Zerolag MACD

3. Indikator Pengukur Tenaga Pasar.
Kita bisa menggunakan indikator volume untuk mengukur seberapa besar tenaga buy/sell yang sedang terjadi. Dari situ kita bisa mengetahui bagaimana kekuatan dari sisi buyer dan seller. Apakah sedang banyak trader yang sedang OP buy atau OP sell. kita bisa menggunakan indikator Buyer Seller Display

4. Garis Trend.
Garis trend digunakan untuk mengetahui apakah trend pasar saat ini tetap atau telah mengalami perubahan arah. indikator yang saya gunakan Megatron, Snake & Symphonie trendline

5. Garis Support dan Resistence.
Garis ini berfungsi untuk mengetahui apakah pergerakan harga telah mencapai batasnya atau masih tetap akan berlanjut. indikator yang saya gunakan Fibonaci retracement 

perangkat di atas adalah peralatan analisa yang biasa saya gunakan untuk menghasilkan sebuah prediksi pergerakan harga yang insya alloh akurat. Meskipun pada dasarnya ada lebih dari ratusan indikator yang bisa kita gunakan. Namun, karena kita hanya ingin mengetahui apakah market saat ini sedang bergerak lurus atau mungkin malah sedang balik arah, dengan perangkat tersebut sudah cukup.

Jika selama ini untuk menganalisa forex kita telah terbiasa menggunakan indikator lain selain dari perangkat yang saya sebutkan diatas, tentu tidak jadi soal. Selama hasil yang didapatkan telah sesuai dengan yang kita harapkan.

Nah, cara menganalisa forex dengan menggunakan perangkat diatas adalah termasuk dalam cara analisis secara teknikal. Trader yang cenderung sebagai day trader, short term trader (trader jangka pendek), scalper dan bahkan pemula, sering menggunakan analisis teknikal untuk menganalisa pergerakan market. Namun, tak menutup kemungkinan bagi seorang long term trader (trader jangka panjang), juga menggunakan analisis teknikal dalam kegiatan tradingnya.


Kembali lagi pada analisis teknikal. Ada beberapa pertanyaan dasar yang harus kita jawab dalam analisis teknikal forex yang kita lakukan. Antara lain :
1. Bagaimana kondisi pasar forex saat ini?
Kita harus tahu kondisi yang sedang terjadi pada market forex. Apakah sedang volatile atau sedang jenuh. Karena dengan mengetahui kondisi pasar, kita akan bisa menentukan apakah kita akan langsung melakukan transaksi atau mau menunggu signal yang lebih kuat dulu sebelum kita melakukan OP. Ada beberapa tanda-tanda yang bisa kita lihat untuk dijadikan patokan tentang kondisi pasar saat ini, yaitu :
- Pasar sedang sepi : ditandai dengan pergerakan bollinger band yang mendatar, volume transaksi kecil, dan body candle (pada candlestick chart) cenderung berukuran kecil-kecil. Nah, dalam kondisi pasar yang sedang sepi, sebaiknya kita tunggu sampai munculnya signal entry yang jelas.

- Pasar sedang volatile : ciri-cirinya adalah bollinger band yang melebar, dan volume transaksi yang semakin besar. Dan apabila kita lihat, body candle berukuran relatif panjang. Kondisi seperti ini, kita bisa langsung melakukan transaksi.

- Pasar sedang jenuh : jika pasar sedang mengalami kejenuhan, ditandai dengan nilai indikator yang berada pada nilai tertentu. Dan transaksi sebaiknya dilakukan jika signal balik arah telah muncul.

2. Pola grafik seperti apa yang telah dibentuk pasar?
Kita lihat, bentuk seperti apa yang telah dibuat oleh grafik. Lalu kita cocokkan dengan pola grafik yang telah diyakini dan dirumuskan sebagai tanda tertentu. Nah, apabila kita gemar menandai/mencatat pergerakan grafit, kita bisa pelajari catatan kita untuk melihat apakah yang akan terjadi jika muncul pola pergerakan grafik tertentu.

Kalau pola grafik yang terbentuk kelihatan sebagai pola yang sempurna, misalnya double top, kita bisa langsung melakukan OP. Nah, kalau ternyata grafik membentuk pola yang tidak beraturan atau tidak sempurna, kita bisa gunakan imajinasi kita untuk membentuknya menjadi pola sempurna dengan cara membayangkan pola grafik yang akan terbentuk beberapa saat lagi, turun atau naik. Dengan begitu, kita bisa memprediksi pola grafik sempurnanya akan terbentuk beberapa saat lagi. Dan kita tinggal menunggu signal entry untuk melakukan OP.

3. Apa yang sedang ditunggu?
Setiap kali melakukan analisis, seringkali kita tidak menemukan kapan saat yang tepat untuk masuk pasar. Untuk itu, kita perlu menunggu. Yang kita tunggu jelas signal entry kuat yang bisa kita jadikan patokan untuk melakukan OP buy/sell. Lalu, seperti apa bentuk signal yang kita tunggu? Bisa saja berupa signal breakout, signal balik arah, signal trend yang sedang dimulai, atau signal penyimpangan yang sedang terjadi di market. Semua signal tersebut bisa kita jadikan patokan sebagai entry point OP yang akan kita lakukan.

4. Dimana seharusnya stop loss dan target profit ditentukan?
Kalau kita sudah yakin telah menentukan entry point, selanjutnya kita tentukan exit point-nya yaitu menentukan stop loss dan target profit. Cara menentukan stop loss bisa dilakukan dengan menghitung besarnya resiko kerugian yang bisa kita tolerir/terima. 

Keempat pertanyaan dasar tersebut sangat penting. Karena apabila kita menjawab semuanya, kita bisa mempunyai gambaran yang lebih jelas kemana pergerakan arah pasar selanjutnya. Kapan akan masuk pasar dan kapan kita akan keluar pasar. Begitu pula kita akan bisa menentukan stop loss dan target profit. Tentunya semua itu adalah untuk kualitas trading yang kita lakukan.

Penjabaran diatas adalah cara menganalisa dalam trading forex yang biasa saya lakukan sebelum transaksi buy/sell. Cara ini bisa anda lakukan untuk meningkatkan kualitas trading kita semua. Sehingga kita bisa mencapai profit yang kita inginkan dan menghindari resiko yang lebih besar. 

Demikianlah cara analisa yang saya gunakan, bagaimana cara menganalisa Anda ? mari sama-sama sharing di forum TF4H

Semoga bermanfaat.... Salam profit

Senin, 11 Maret 2013

3 HAL PENTING YANG HARUS DIMILIKI SEORANG TRADER SELAIN MODAL



1.IQ = intelligence quotient (kecerdasan)
2.EQ = emotional quotient (emosi)
3.SQ = spriritual  quotient (agama)


Menurut Saya Seorang trader harus memiliki IQ yang baik sebagai modal utama menganalisa trend market tentunya untukmenentukan Open Posisi yang baik pula, tanpa memiliki IQ yang baik tentunya akan berdampak buruk terhadap aktifitas tradingnya kelak.

Seorang trader juga harus memiliki EQ (emosi) yang stabil, artinya seorang trader harus bisa mengendalikan emosinya sebelum, disaat dan atau diluar aktifitas trading, emosi yang stabil tentunya akan membantu memudahkan anda dalam menganalisa jadi aktifitas trading anda tidak membabi buta. Namun terkadang kekhawatiran, ketakutan, keserakahan, harapan, keyakinan, penyesalan dan kebahagiaan hadir bersama dengan emosi dalam proses melakukan aktifitas trading. disinilah pentingnya anda dapat mengendalikan emosi. Mengedepankan emosi pada saat trading, sama saja anda mengabaikan indera keenam, intuisi dan akhirnya menumpulkan wawasan anda dalam trading.

Yang terakhir ini yang paling pentingnya yaitu SQ (spritual/agama) sebagai benteng terakhir untuk menentukan Trader seperti apakah anda ? walaupun anda memiliki modal yang cukup banyak, anda pun memiliki kecerdasan yang baik dalam menganalisa, emosi pun sudah dapat anda kendalikan dalam trading, namun tanpa adanya pondasi agama yang baik maka anda akan menjadi seorang Trader yang jahat, egois, serakah, tamak, dll, contoh-contoh trader yang seperti ini banyak dan sering kita temukan di forum-forum forex yang rata-rata mereka adalah trader-trader yang telah memiliki kemampuan yang baik dalam trading namun mata dan hati mereka telah dibutakan oleh kekayaan.... diantara mereka ada yang melakukan aksi jual beli tehnik trading untuk mengeruk keuntungan berlipat padahal bukan dia penciptanya, tipu sana sini, bahkan sampai ada yang bawa kabur dana dari investor, dan masih banyak lagi perilaku buruk lainnya. naudzubillah...

Tulisan ini saya dedikasikan untuk khusus untuk diri saya sendiri dan seluruh Trader Indonesia dimanapun berada, semoga tulisan ini menginspirasi anda untuk menjadi trader yang baik dan bijak dimasa mendatang.....
Saya mohon maaf apabila ada kalimat atau tulisan ini kurang berkenan di hati anda

Salam Sukses.

Senin, 11 Februari 2013

BUY (penjara) SELL (jeruji besi)


Saya tidak bermaksud untuk menyurutkan semangat sobat TF4 memang tulisan ini agak bersifat keras semua namun ini amat sangat penting diketahui oleh seluruh trader, dan mudah-mudahan ini dapat menjadi prinsip anda juga dalam Trading nantinya, ambil pengalaman berharga dari tulisan saya ini ya.... Maaf bila kalimat/tulisan ini kurang berkenan si hati Sobat STI..... monggo disimak.. 

Banyak kisah pahit bermula dari forex ini, dan banyak kisah Senang pun berasal dari forex. Hanya sedikit Trader yang mau jujur terang-terangan mengatakan dirinya Floating, MC, LOSS dan Hanya sedikit kisah manis yang tersisa… Kisah apakah yang kita miliki sesungguhnya dari forex ini, Bray? Trader pemula sering Floating, MC, Loss dan ketika mulai konsisten profit mulai berpikir "wah modal $10 aja bisa jadi $100 ya, bagaimana kalau modal $100, $500, $1000 ??? Waaahhh pasti saya akan kaya raya HAHAHAHAHAHAHA" Nah terutama bagi teman trader yg bermodal minim mulai deh mereka berani hutang, mencari atau menerima investor sebagai cara untuk meningkatkan penghasilan dari Forex, yang mengherankan adalah mereka yang menjadi investor ternyata juga Trader hahahahahahaha, begitu juga dgn trader yg merasa sudah senior katakanlah mereka yang telah menekuni dunia forex sudah lama juga sama aja mulai berani menerima investor dalam kapasitas besar/over dosis, Nah ketika suatu saat LOSS menghampiri dan akhirnya mereka bener-bener masuk buy (penjara) dan sell (jeruji besi). Nah, saya tidak menginginkan kisah pahit tersebut menimpa Anda dan juga saya. Maka marilah (mari…) kita bicara dari hati ke hati sejenak, santai… otot kita kendurkan dan bicara dengan bahasa sederhana tentang forex atau trader forex. Sudah? Woke…!

"SAHABAT, JANGAN BUTAKAN HATI, PIKIRAN & KEIMANAN KITA HANYA KARENA INGIN MENDAPATKAN PROFIT...PROFIT...PROFIT BESAR, GUNAKAN MODAL SESUAI KEMAMPUANMU SENDIRI JANGAN PERNAH MENERIMA APALAGI MENCARI-CARI INVESTOR, PERCAYALAH ITU ADALAH GODAAN ANDA SEBAGAI TRADER. SYUKURI SAJA BERAPAPUN HASIL YANG DIDAPAT INSYA ALLOH NIKMAT BESAR AKAN MENGHAMPIRI.....AMIN" 

"TRADING MANDIRI AKAN MENJADIKAN ANDA SEBAGAI TRADER SEJATI"

Salam TF4

5 PRINSIP DASAR ANALISA TRADING FOREX



PRINSIP PERTAMA
“Tidak Ada Yang Tahu Kemana Dan Sampai Di mana Nilai Tukar Sebuah Pasangan Mata uang Akan Bergerak”

PRINSIP KEDUA
“Harga Bergerak Karena Adanya Transaksi-Transaksi Yang Dilakukan Pelaku Pasar“

PRINSIP KETIGA
“Kemana Kecenderungan Arah Pergerakan Harga Tergantung Sepenuhnya Pada Akumulasi Transaksi-Transaksi Yang Mendominasi Pada Saat Pelaku Pasar Bertransaksi Di Pasar Mata uang”

PRINSIP KEEMPAT
“Dominasi Transaksi Salah Satu Pelaku Pasar Akan Melemah Karena Dua Hal, Pertama Yaitu: Ketika Salah Satu Pelaku Pasar Tidak Dapat Menerima Harga Di Atas Harga Tertinggi atau Di Bawah Harga Terendah Yang Terjadi. Kedua Yaitu: Ketika Volume Transaksi Yang Dilakukan Pelaku Pasar Di Pasar Mata uang Jumlahnya Sedikit Atau Kecil. Dan Kecil Atau Sedikitnya Volume Transaksi Yang Terjadi Ini Kemungkinannya Hanya Disebabkan Oleh Dua Hal Yaitu, Pertama Mungkin Karena Pelaku Pasar Yang Aktif Di Pasar mata uang Saat Itu Memang Sedikit Dan Yang Kedua Mungkin Saja Pelaku Pasar Yang Aktif Saat Itu Banyak Tetapi Mereka Tidak Bertransaksi Karena Menunggu Saat Yang Tepat Untuk Bertransaksi Di Pasar Mata uang

PRINSIP KELIMA
“Dominasi Transaksi Dan Melemahnya Dominasi Transaksi Yang Terjadi Secara Akumulasi Membentuk Dua Kondisi Pergerakan Harga Yaitu Kondisi Trending Dan Kondisi Sideway. Kedua Kondisi Ini Secara Teknis Dapat Dilihat Dengan Mengamati Bentuk Distribusi Data Yang Terbentuk, Baik Secara Visual Maupun Menggunakan Prinsip-Prinsip Pengukuran.”