Jumat, 31 Mei 2013

MENENTUKAN HIGH LOW

Banyak orang yang masih berpikir bahwa menganalisa forex merupakan suatu hal yang rumit dan semua penuh dengan segala macam rumus matematika yang menakutkan. Beberapa orang bahkan rela membayar jutaan rupiah untuk mengikuti kursus-kursus pasar modal yang mempelajari analisa tehnikal dengan perhitungan grafik yang rumit dan bahkan memusingkan karena kita sendiri jadi bingung frame mana yang harus dipilih 1 menitan, 5 menitan atau harian/daily?


Sebenarnya jika kita berfikir logis, jernih dan tenang maka akan terlihat sesuatu yang tidak terlihat karena dikaburkan oleh segala macam tetek bengek indicator dan rumus yang rumit tersebut. Ingat rumus KISS (Keep It Simple Stupid), sebuah pedoman terbaik yang wajib diterapkan di segala bidang kehidupan.

Untuk sukses dalam trading Forex ada suatu prinsip dasar yang harus dipegang . Ingat anda bertrading ini artinya anda berdagang kalau anda berdagang berfikirlah dengan pola pikir seorang pedagang. Beli diharga murah lalu jual di harga tinggi ini adalah aturan nomor satu yang paling wajib diperhatikan. Tidak peduli apakah anda bermain saham, index, bursa komoditi, forex ataupun anda seorang pedagang konvensional, terapkan selalu prinsip tersebut.

Bertrading Forex memang berlangsung 24 jam non stop mulai berjalan dari market Australia sekitar pukul 04:00 WIB Dini hari lalu berlanjut pada pembukaan market Jepang mulai pukul 07:00 WIB pagi diteruskan pembukaan market eropa pada pukul 14:30 WIB sore hari dan diakhiri pada market Amerika yang buka pada jam 20:30 WIB malam dan ditutup sekitar jam 04:30 WIB dini hari.

Berdasarkan pada pengalaman, peran waktu atau sesi bertrading sangat berpengaruh pada hasil akhir kita menang atau kalah. Sekilas secara garis besar harga berjalan datar pada sepanjang pagi sampai sore hari waktu Indonesia bagian barat. Baru pada sesi market Eropa biasanya harga mulai menggeliat dan terbentuk dan puncaknya pada sesi market Amerika. Pada sesi market Amerika ada peluang besar untuk mendapat keuntungan besar dengan waktu singkat asalkan kita bisa memposisikan diri secara tepat.

Cara menentukan posisi Buy atau Sell

Setelah memperhatikan fenomena diatas maka sebaiknya kita bertrading pada waktu sesi market Amerika saja. Langkah pertama adalah menghitung range harga high-low masing-masing pairs mata uang pada hari itu.

Ada 4 macam mata uang yang umum diperdagangkan yaitu:

EURO – USD: Merupakan mata uang Negara uni eropa

GBP - USD: Merupakan mata uang Negara Inggris

USD - JPY: Merupakan mata uang Negara Jepang

USD -CHF: Merupakan mata uang Negara Swiss

Berdasarkan pengamatan rata-rata range harian

Cara menghitungnya selisih data High-Low setiap hari selama 1 bulan dibagi 22 hari kerja

EURO – USD: 115 POINT

GBP - USD: 150 POINT

USD - JPY: 90 POINT

USD -CHF: 130 POINT

Angka-angka diatas tidaklah mutlak baku tapi paling tidak jika pada saat kita akan entry dan range sudah sejumlah rata-rata tersebut paling tidak kita sudah pada jalan yang benar walaupun belum menjamin 100% kemenangan.

Jika kita perhatikan lebih seksama ada suatu pola tertentu yang saling berkaitan pada ke empat pasangan mata uang tersebut yaitu mata uang EURO-USD dan GBP-USD biasanya berjalan seiring berbanding terbalik dengan mata uang USD-JPY dan USD-CHF. Jika mata uang EURO-USD dan GBP-USD menguat maka biasanya mata Uang USD-JPY dan USD-CHF melemah . Demikian pula sebaliknya.

Tetapi perlu disimak lebih lanjut hal tersebut tidak selalu berjalan sesuai kejadian diatas ada kalanya salah satu nya bertahan sedangkan mata uang yang lainnya mengikuti pola yang sesuai biasanya. Jika terjadi demikian maka ada kemungkinan salah satu mata uang yang tertahan pergerakannya tersebut (mata uang yang berpola tidak seperti biasanya) telah berada pada titik terendah atau titik tertinggi harian dan telah mempunyai range harian yang sudah matang (sudah mendekati sama dengan atau lebih sedikit dari rata-rata range harian mata uang tersebut).

Tidak ada aturan khusus yang menyebutkan bahwa salah satu pasangan mata uang lebih gampang diperdagangkan semuanya mempunyai peluang yang sama hanya saja ada baiknya jika kita menyesuaikan dengan kekuatan margin kita.

Pergerakan pasangan mata uang Euro-Usd dan Usd-Jpy lebih stabil dengan kisaran range yang sekitar 100 poinan hal ini tentu saja menjadi lebih aman dimainkan dengan modal margin kita yang kecil dibandingkan dengan pasangan mata uang GBP-USD dan USD-CHF yang berkisar pada angka 200 poinan.

Dari kejadian yang telah saya amati dapat saya ambil kesimpulan bahwa sebenarnya uang atau modal spekulan kelas kakap seperti George Soros hanya diputarkan pada 4 pasang mata uang tersebut saja dimana selalu berusaha menyeimbangkan volume dan harga dari mata uang tersebut supaya pada akhir penutupan berjalan seimbang sesuai dengan rata-rata range high – low harian.

Arah pergerakan harga sebenarnya sudah terbaca dari pergerakan harga masing masing pasangan mata uang tersebut. Masalah pendekatan analisa secara fundamental dengan mencermati berita-berita ekonomi sebenarnya sudah tercermin dari pergerakan harga.

AWST

Selasa, 28 Mei 2013

KABAR GEMBIRA BAGI TRADER AGEA (MARKETIVA)....!!!!

KABAR GEMBIRA BAGI TRADER AGEA (MARKETIVA)....!!!!
Beberapa hari kedepan AGEA akan menambah FasaPay, Perfect Money sebagai Digital Currency tambahan selain WireTransfer, Skrill/Webmoney & E-Dinar dan kemungkinan Neteller di waktu beberapa hari kedepan. 


Mendaftar Fasapay Klik Banner dibawah ini



Minggu, 14 April 2013

APAKAH FOREX BISA DIJADIKAN PENGHASILAN/PEKERJAAN UTAMA ???


Mari kita pelajari dulu apa itu Trading For Living? Apa pentingnya? Mengapa Trading For Living begitu populer? Mengapa banyak orang ingin melakukannya? Trading For Living berarti bahwa trader melakukan beli jual (saham/forex/valas/komoditas) untuk memenuhi kebutuhan hidup. Trading For Living menarik karena trader memiliki kebebasan waktu dan tempat, tidak terikat jam kantor. Begitu banyak orang yang ingin Trading For Living . Apa saja sebenarnya yang diperlukan oleh seorang trader untuk melakukannya ? 

Untuk Trading For Living , pertama-tama kita harus menghitung biaya hidup setiap bulan. Yang namanya Trading For Living berarti trading untuk memenuhi kebutuhan hidup. Menarik ya :) Oleh karena itu sebelum bertindak lebih jauh, trader harus menghitung biaya hidup setiap bulan. Trader yang belum menikah atau hanya menghidupi dirinya sendiri membutuhkan sedikit biaya hidup. Selain biaya hidup, trader yang sudah berkeluarga tentunya harus memikirkan berbagai macam biaya darurat. Selain itu, trader juga harus menghitung berapa sisa penghasilan setelah dipotong biaya hidup untuk diinvestasikan ulang. Jika berkisar Rp 5.000.000 maka kita harus memperoleh penghasilan lebih dari Rp 5 juta. Kelebihannya untuk diinvestasikan sisanya, atau untuk biaya darurat. Biaya per bulan yang harus diraih menjadi target bagi orang yang ingin Trading For Living. 

Setelah menghitung biaya per bulan, hal kedua yang harus diperhatikan adalah : cek kemampuan trading / skill kita. Sebelum mulai Trading For Living sebaiknya cek dulu kemampuan trading kita beberapa bulan terakhir. Berapa % rata-rata profit yang sanggup kita hasilkan dalam setiap bulannya? Pada umumnya trader pemula yang sudah bisa menghasilkan rata-rata 2 - 5% per bulan, sudah bagus. Trader yang belum bisa profit konsisten sebaiknya jangan terlalu cepat memutuskan. 

Faktor penting ketiga yang harus diperhatikan sebelum Trading For Living adalah : cek modal yang kita miliki. Nah sekarang kita sudah tau berapa rupiah nominal yang harus kita kumpulkan tiap bulan untuk memenuhi kebutuhan hidup (target). Kita juga sudah tahu kemampuan trading kita rata-rata tiap bulan bisa menghasilkan profit berapa % (misalkan 5%). Dari kedua variable tersebut kita bisa menghitung berapa modal yang kita butuhkan. 

Gimana caranya dengan 5% profit, bisa dapat nominal profit melebihi yang kita butuhkan tiap bulan?(dalam contoh di atas adalah Rp 5 juta). Modal = 5 juta : 5% = 100 juta. > ini baru jumlah minimal supaya kebutuhan hidup kita terpenuhi lewat Trading For Living. Jika ingin mendapat lebih supaya bisa diinvestasikan ulang atau menyiapkan biaya untuk hal-hal darurat. Dari contoh di atas, kita harus bisa menghasilkan lebih dari 5 juta tersebut melalui Trading For Living. Masalahnya, ketiga unsur di atas meski terlihat sederhana namun sangat riskan jika 1 saja tidak terpenuhi. Bagaimana jika trader tidak bisa menghasilkan profit sejumlah biaya hidup sebulan via Trading For Living ? Kita tahu bahwa dalam setahun, ada bulan-bulan naik dan turun, seperti bulan Mei 2012 ini bursa saham cenderung turun. Market tidak selalu naik tiap bulan, sedangkan asap dapur harus terus mengepul. Bagaimana menyikapinya?

Seorang yang sudah komitmen untuk Trading For Living harus sudah mahir / bisa dibilang professional. Seorang trader professional, mengerti analisis teknikal dengan baik, bisa trading lebih dari 1 instrumen market. Jadi, seorang trader saham, bisa saja putar haluan ke instrument forex/komoditas, dan sebaliknya. Trader forex/komoditas, juga bisa memanfaatkan fluktuasi harga saham ketika sedang uptrend kuat. 

Disadur dari Kultwit tentang Trading For Living oleh Ellen May

Kalo Ane sendiri Trading is For Fun, Hoby & Happyness, bagaimana dengan anda sendiri ???

CARA MENGANALISA MARKET ALA AWST

Bagaimana cara mengetahui pergerakan harga dalam forex market? Kita bisa memprediksi arah market dengan cara menganalisa pasar. Nah, apabila kita mampu menganalisa arah market tentu akan mempermudah dalam memutuskan open posisi buy/sell. Sebuah analisa mendalam sangat dibutuhkan sebelum kita memutuskan untuk melakukan transaksi buy/sell. Karena, apabila kita melakukan open posisi (OP) tanpa menganalisa market, sama halnya kita berjudi/gambling dalam setiap transaksi trading forex yang kita lakukan. Apabila kita selalu berjudi dalam setiap keputusan trading yang kita ambil, tentu kita tidak bisa berharap bahwa forex trading merupakan sebuah bisnis yang mampu memberikan keuntungan besar. Karena ketidak tepatan kita dalam mengambil keputusan dalam setiap transaksi yang disebabkan oleh "judi" itu tadi, artinya kita telah memposisikan modal yang kita gunakan dalam sebuah resiko yang besar.

Apa tujuan dari analisa ini? Tak lain dan tak bukan adalah untuk memprediksi pergerakan forex market kedepan. Apakah nantinya market akan naik atau akan turun. Dan dari hasil analisa tersebut, baru kita bisa melakukan transaksi buy/sell. Dengan lebih percaya diri tentunya, ketimbang memprediksi pergerakan forex tanpa analisa terlebih dahulu. Dalam menganalisa forex market, tentu kita perlu objektif. Karena dengan keobjektifan kita, tentu hasil analisa yang kita dapatkan akan lebih logis tanpa adanya campur tangan emosi di dalamnya. 

Bagaimana cara menganalisa dalam trading forex? Ada beberapa hal yang kita perlukan untuk melakukan analisa. Antara lain :
1. Indikator Pengukur Keramaian Pasar.
Salah satunya yang bisa kita gunakan untuk mengukur keramaian yang sedang terjadi di pasar forex adalah dengan menggunakan indikator bollinger band.

2. Indikator Pengukur Kejenuhan Pasar.
Untuk mengetahui apakah pasar sedang mengalami kejenuhan atau sedang dalam kondisi bergairah. indikator yang saya gunakan indikator Zerolag MACD

3. Indikator Pengukur Tenaga Pasar.
Kita bisa menggunakan indikator volume untuk mengukur seberapa besar tenaga buy/sell yang sedang terjadi. Dari situ kita bisa mengetahui bagaimana kekuatan dari sisi buyer dan seller. Apakah sedang banyak trader yang sedang OP buy atau OP sell. kita bisa menggunakan indikator Buyer Seller Display

4. Garis Trend.
Garis trend digunakan untuk mengetahui apakah trend pasar saat ini tetap atau telah mengalami perubahan arah. indikator yang saya gunakan Megatron, Snake & Symphonie trendline

5. Garis Support dan Resistence.
Garis ini berfungsi untuk mengetahui apakah pergerakan harga telah mencapai batasnya atau masih tetap akan berlanjut. indikator yang saya gunakan Fibonaci retracement 

perangkat di atas adalah peralatan analisa yang biasa saya gunakan untuk menghasilkan sebuah prediksi pergerakan harga yang insya alloh akurat. Meskipun pada dasarnya ada lebih dari ratusan indikator yang bisa kita gunakan. Namun, karena kita hanya ingin mengetahui apakah market saat ini sedang bergerak lurus atau mungkin malah sedang balik arah, dengan perangkat tersebut sudah cukup.

Jika selama ini untuk menganalisa forex kita telah terbiasa menggunakan indikator lain selain dari perangkat yang saya sebutkan diatas, tentu tidak jadi soal. Selama hasil yang didapatkan telah sesuai dengan yang kita harapkan.

Nah, cara menganalisa forex dengan menggunakan perangkat diatas adalah termasuk dalam cara analisis secara teknikal. Trader yang cenderung sebagai day trader, short term trader (trader jangka pendek), scalper dan bahkan pemula, sering menggunakan analisis teknikal untuk menganalisa pergerakan market. Namun, tak menutup kemungkinan bagi seorang long term trader (trader jangka panjang), juga menggunakan analisis teknikal dalam kegiatan tradingnya.


Kembali lagi pada analisis teknikal. Ada beberapa pertanyaan dasar yang harus kita jawab dalam analisis teknikal forex yang kita lakukan. Antara lain :
1. Bagaimana kondisi pasar forex saat ini?
Kita harus tahu kondisi yang sedang terjadi pada market forex. Apakah sedang volatile atau sedang jenuh. Karena dengan mengetahui kondisi pasar, kita akan bisa menentukan apakah kita akan langsung melakukan transaksi atau mau menunggu signal yang lebih kuat dulu sebelum kita melakukan OP. Ada beberapa tanda-tanda yang bisa kita lihat untuk dijadikan patokan tentang kondisi pasar saat ini, yaitu :
- Pasar sedang sepi : ditandai dengan pergerakan bollinger band yang mendatar, volume transaksi kecil, dan body candle (pada candlestick chart) cenderung berukuran kecil-kecil. Nah, dalam kondisi pasar yang sedang sepi, sebaiknya kita tunggu sampai munculnya signal entry yang jelas.

- Pasar sedang volatile : ciri-cirinya adalah bollinger band yang melebar, dan volume transaksi yang semakin besar. Dan apabila kita lihat, body candle berukuran relatif panjang. Kondisi seperti ini, kita bisa langsung melakukan transaksi.

- Pasar sedang jenuh : jika pasar sedang mengalami kejenuhan, ditandai dengan nilai indikator yang berada pada nilai tertentu. Dan transaksi sebaiknya dilakukan jika signal balik arah telah muncul.

2. Pola grafik seperti apa yang telah dibentuk pasar?
Kita lihat, bentuk seperti apa yang telah dibuat oleh grafik. Lalu kita cocokkan dengan pola grafik yang telah diyakini dan dirumuskan sebagai tanda tertentu. Nah, apabila kita gemar menandai/mencatat pergerakan grafit, kita bisa pelajari catatan kita untuk melihat apakah yang akan terjadi jika muncul pola pergerakan grafik tertentu.

Kalau pola grafik yang terbentuk kelihatan sebagai pola yang sempurna, misalnya double top, kita bisa langsung melakukan OP. Nah, kalau ternyata grafik membentuk pola yang tidak beraturan atau tidak sempurna, kita bisa gunakan imajinasi kita untuk membentuknya menjadi pola sempurna dengan cara membayangkan pola grafik yang akan terbentuk beberapa saat lagi, turun atau naik. Dengan begitu, kita bisa memprediksi pola grafik sempurnanya akan terbentuk beberapa saat lagi. Dan kita tinggal menunggu signal entry untuk melakukan OP.

3. Apa yang sedang ditunggu?
Setiap kali melakukan analisis, seringkali kita tidak menemukan kapan saat yang tepat untuk masuk pasar. Untuk itu, kita perlu menunggu. Yang kita tunggu jelas signal entry kuat yang bisa kita jadikan patokan untuk melakukan OP buy/sell. Lalu, seperti apa bentuk signal yang kita tunggu? Bisa saja berupa signal breakout, signal balik arah, signal trend yang sedang dimulai, atau signal penyimpangan yang sedang terjadi di market. Semua signal tersebut bisa kita jadikan patokan sebagai entry point OP yang akan kita lakukan.

4. Dimana seharusnya stop loss dan target profit ditentukan?
Kalau kita sudah yakin telah menentukan entry point, selanjutnya kita tentukan exit point-nya yaitu menentukan stop loss dan target profit. Cara menentukan stop loss bisa dilakukan dengan menghitung besarnya resiko kerugian yang bisa kita tolerir/terima. 

Keempat pertanyaan dasar tersebut sangat penting. Karena apabila kita menjawab semuanya, kita bisa mempunyai gambaran yang lebih jelas kemana pergerakan arah pasar selanjutnya. Kapan akan masuk pasar dan kapan kita akan keluar pasar. Begitu pula kita akan bisa menentukan stop loss dan target profit. Tentunya semua itu adalah untuk kualitas trading yang kita lakukan.

Penjabaran diatas adalah cara menganalisa dalam trading forex yang biasa saya lakukan sebelum transaksi buy/sell. Cara ini bisa anda lakukan untuk meningkatkan kualitas trading kita semua. Sehingga kita bisa mencapai profit yang kita inginkan dan menghindari resiko yang lebih besar. 

Demikianlah cara analisa yang saya gunakan, bagaimana cara menganalisa Anda ? mari sama-sama sharing di forum TF4H

Semoga bermanfaat.... Salam profit

Senin, 11 Maret 2013

3 HAL PENTING YANG HARUS DIMILIKI SEORANG TRADER SELAIN MODAL



1.IQ = intelligence quotient (kecerdasan)
2.EQ = emotional quotient (emosi)
3.SQ = spriritual  quotient (agama)


Menurut Saya Seorang trader harus memiliki IQ yang baik sebagai modal utama menganalisa trend market tentunya untukmenentukan Open Posisi yang baik pula, tanpa memiliki IQ yang baik tentunya akan berdampak buruk terhadap aktifitas tradingnya kelak.

Seorang trader juga harus memiliki EQ (emosi) yang stabil, artinya seorang trader harus bisa mengendalikan emosinya sebelum, disaat dan atau diluar aktifitas trading, emosi yang stabil tentunya akan membantu memudahkan anda dalam menganalisa jadi aktifitas trading anda tidak membabi buta. Namun terkadang kekhawatiran, ketakutan, keserakahan, harapan, keyakinan, penyesalan dan kebahagiaan hadir bersama dengan emosi dalam proses melakukan aktifitas trading. disinilah pentingnya anda dapat mengendalikan emosi. Mengedepankan emosi pada saat trading, sama saja anda mengabaikan indera keenam, intuisi dan akhirnya menumpulkan wawasan anda dalam trading.

Yang terakhir ini yang paling pentingnya yaitu SQ (spritual/agama) sebagai benteng terakhir untuk menentukan Trader seperti apakah anda ? walaupun anda memiliki modal yang cukup banyak, anda pun memiliki kecerdasan yang baik dalam menganalisa, emosi pun sudah dapat anda kendalikan dalam trading, namun tanpa adanya pondasi agama yang baik maka anda akan menjadi seorang Trader yang jahat, egois, serakah, tamak, dll, contoh-contoh trader yang seperti ini banyak dan sering kita temukan di forum-forum forex yang rata-rata mereka adalah trader-trader yang telah memiliki kemampuan yang baik dalam trading namun mata dan hati mereka telah dibutakan oleh kekayaan.... diantara mereka ada yang melakukan aksi jual beli tehnik trading untuk mengeruk keuntungan berlipat padahal bukan dia penciptanya, tipu sana sini, bahkan sampai ada yang bawa kabur dana dari investor, dan masih banyak lagi perilaku buruk lainnya. naudzubillah...

Tulisan ini saya dedikasikan untuk khusus untuk diri saya sendiri dan seluruh Trader Indonesia dimanapun berada, semoga tulisan ini menginspirasi anda untuk menjadi trader yang baik dan bijak dimasa mendatang.....
Saya mohon maaf apabila ada kalimat atau tulisan ini kurang berkenan di hati anda

Salam Sukses.