Rabu, 14 Mei 2014

RUGI DALAM BATAS KEWAJARAN


Satu hal yang pasti bisa dijamin oleh trader forex adalah kenyataan bahwa mereka akan mengalami kerugian. Kerugian merupakan bagian yang tak terpisahkan dari trading dan tidak bisa dihindari. Namun demikian mereka yang terlalu berharap banyak dari trading biasanya tidak bisa menerima kenyataan tersebut. ’’Cut loss?’’ itulah pertanyaan yang sering dilontarkan trader ketika mengetahui posisi tradingnya salah, kerugian pip sudah cukup banyak, dan agak panik karena memang tidak menggunakan pelindung stop loss.
Trader pemula sering kali mencoba untuk menghindari kenyataan tersebut dengan mengatur posisinya yang minus dengan berbagai cara. Yang populer adalah dengan cara hedging atau locking, yaitu membuka posisi baru yang berlawanan dengan posisi sebelumnya. Teknik ’’mengunci’’ (locking) ini digunakan dengan harapan pergerakan harga akan berbalik arah, dan jika belum bisa memperoleh profit, paling tidak bisa balik modal (breakeven). Atau jika tidak bisa breakeven, paling tidak mengurangi kerugian.


Secara teori cara tersebut memang benar dan logis, namun dalam kenyataannya sangat sering meleset karena kita tidak bisa memperkirakan arah pergerakan harga dengan tepat. Jika trader salah dalam membuka posisi yang dikunci tersebut, kerugian yang diperolehnya akan semakin besar karena kerugian pip yang dikunci jadi semakin lebar. Trader yang berkali-kali gagal dalam permainan ini cenderung frustasi dan bisa saja meninggalkan trading forex.
Dalam trading forex, sebagus apapun strategi dan rencana trading Anda, jika Anda tidak mengatur resiko dengan baik maka Anda sulit untuk memperoleh profit yang konsisten dalam jangka panjang. Dalam artikel ini James Stanley, seorang instruktur trading forex akan mengulas tentang bagaimana seharusnya rugi yang wajar. Menurutnya Anda mesti belajar untuk rugi sebelum memperoleh profit yang sebenarnya.
Mengapa rugi diperlukan?
Anda tidak akan tahu dengan pasti kejadian di waktu yang akan datang, juga trader-trader yang lain. Hal ini bukan berarti Anda tidak bisa memprediksi pergerakan harga, banyak orang melakukannya setiap hari, mereka yang bekerja di bank-bank besar, hedge fund manager dan para trader retail. Namun demikian Anda harus melihat setiap trade yang dilakukan sebagai sebuah ide, atau sebuah kesempatan. Seperti halnya banyak ide lainnya dalam kehidupan, ada kemungkinan sebuah ide tidak bekerja dengan baik, dan Anda harus bisa memperbaikinya jika hal itu terjadi.
Satu-satunya cara yang harus Anda lakukan ketika sadar bahwa Anda salah adalah dengan berhenti berbuat salah dan mulai untuk bertindak benar. Cara untuk bertindak benar adalah dengan menutup posisi trading Anda. Anda perlu rugi. Mungkin hal itu sulit dilakukan, tetapi lebih baik daripada pergerakan harga yang terus melawan posisi Anda, dan Anda tidak tahu pasti pergerakan harga setelahnya.

Winning trade bukan segalanya
Winning trade bukan segalanya dan tidak menjamin Anda akan loss lebih sedikit. Jika kita lihat kembali hasil riset dari sumber yang sama (artikel dengan judul: Apa kesalahan utama trader forex?) maka untuk pasangan GBP/JPY winning trades atau persentasi trade yang berakhir profit (warna biru) adalah 66% dan losing trades atau persentasi trade yang berakhir loss (warna merah) adalah 34%.



Namun demikian winning trade bukan segalanya. Trader masih mengalami loss rata-rata 122 pip dibandingkan dengan profit rata-rata yang 52 pip.



Hal ini bukanlah rugi yang wajar, dan management trading yang demikian tentu tidak akan menghasilkan profit. Trader seharusnya belajar untuk bisa rugi dengan wajar agar dalam jangka panjang bisa menghasilkan profit. Cara yang rasional adalah dengan selalu menggunakan stop loss pada setiap trade yang dilakukan. Setiap kali Anda membuka posisi trading selalu segera tentukan level stop. Usahakan hal tersebut otomatis, buka posisi - set stop loss.

Dengan demikian Anda tidak harus susah payah menentukan pada level berapa Anda harus exit ketika sadar posisi Anda salah. Hal ini juga memungkinkan Anda menentukan resiko dari awal sehingga jika ide entry Anda terbukti salah Anda bisa segera merealisasikan kerugian tersebut sebelum bertambah besar. Ketika akan masuk posisi, Anda bisa menentukan nilai maksimum resiko yang Anda inginkan dengan menggunakan ukuran persentasi dari equity Anda. 

Seperti misalnya jika Anda ingin rugi hanya 1% dari equity Anda pada trade yang ingin Anda lakukan, Anda hanya tinggal mengalikan equity Anda dengan 0.01 dan Anda akan memperoleh nilai stop loss dalam satuan mata uang. Dengan membagi nilai stop tersebut dengan nilai satuan pip (pip value), maka Anda akan memperoleh nilai stop loss dalam satuan pip. Dalam prakteknya ada beberapa cara untuk menentukan stop loss, misal dengan melihat pola pergerakan harga (pattern), volatilitas pasar, atau dengan melihat price action. Cara lain adalah dengan menggunakan indikator Average True Range (ATR).

Hindari untuk memperlebar stop loss
Sekali Anda menentukan level stop loss, maka seharusnya Anda tidak merubah level tersebut dengan harapan pergerakan harga akan berbalik. Dengan mencoba memperlebar stop loss berarti Anda memperbesar resiko yang sebelumnya telah Anda tentukan, atau dengan kata lain Anda akan membuang uang dengan sia-sia. Namun jika Anda telah menentukan risk/reward ratio dengan tepat, Anda bisa menggeser stop loss paling tidak hingga level break-even ketika Anda profit. Risk/reward ratio yang tepat bisa membantu Anda dalam menentukan kerugian yang wajar.

(Selesai)
Semoga Bermanfaat
Salam STI

Sumber : www.dailyfx.com : 
                How to Lose Properly, by: James Stanley, Forex Trading Instructor

Tidak ada komentar:

Posting Komentar