Banyak para investor maupun trader sering melupakan konsep dasar "Harga Bergerak " ( Price Moving Concept ). Mengapa harga selalu bergerak naik atau turun setiap saat ? Mengapa harga naik akan kembali turun setelah mencapai harga tertinggi ? sebaliknya mengapa harga turun akan kembali naik setelah mencapai harga terendahnya ? Mengapa harga dalam range sideways hanya bersifat sementara yang diakhiri oleh harga kembali naik atau turun ? Ada apa dengan sang " Harga " ?.
Banyak orang melakukan pendekatan forecasting harga dengan menggunakan sistem atau indikator yang jelimet ( karena kebanyakan penggunaan indikator akan menyebabkan kebingungan dalam menentukan suatu posisi atau keluar posisi ) sering mengalami kegagalan yang berujung kekecewaan . Walaupun penggunaan suatu sistem atau indikator juga bisa bermanfaat jika digunakan dengan tepat. Namun indikator yang ada , hampir semua bersifat lagging ( terlambat dan overlaping ). Sering indikator oscilator sudah mengindikasikan overbought ( jenuh beli ) yang artinya harga akan turun , ternyata harga justru bergerak semakin tinggi. Sering indikator tren sudah mengindentifikasikan harga sedang trend naik, ternyata harga malah berbalik turun dengan tajam . Sering kali terlihat dimonitor komputer seorang trader banyak sekali indikator dan signal yang muncul dan berseliweran / tumpang tindih , sehingga justru membuat trading menjadi sangat sulit. Bukankah tujuan analisa trading hanya satu : buy atau sell menuju level profit maksimal ? , atau hanya perlu menentukan level resistance dan support saja sebagai entry point , stop loss dan target profit . Simpel kan .
Jika kita pernah melihat monitor komputer yang berada di ruangan floor trading suatu Broker/Investment Bank besar atau Hedge Fund , ternyata tidak terlihat indikator yang jelimet berseliweran di monitor . Mereka hanya menggunakan pendekatan "Price Moving" dengan analisa yang sederhana . Mengapa ? karena mereka pada saat yang bersamaan dapat bertindak sebagai "Penjual" dan "Pembeli" . Yang mereka tentukan adalah kapan dan dimana harus menjadi "Buyer" atau "Seller". Bila sebagai "Buyer ", mereka harus mengetahui kapan dan dilevel mana posisi "Seller " berada. Sebaliknya juga demikian. Jika mereka sebagai "Seller" , mereka harus mengetahui kapan dan dimana posisi "Buyer ". Sehingga dalam kondisi pasar normal, hampir dipastikan mereka selalu dalam posisi saling menguntungkan. Lalu siapa yang hampir dipastikan selalu rugi ?
Perlu disadari dan dimengerti bahwa filosofi "Harga " saat ini dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya yang semakin komplex , tetap sang penentu adalah "Manusia ". Manusia lah yang mempunyai dominan mutlak terhadap harga. Harga adalah pencerminan dari rekayasa yang diinginkan oleh manusia. Manusia lah yang akan menentukan level tertinggi dan terendah dari suatu harga. Manusialah yang menentukan harga akan naik atau turun . Hanya manusia yang mempunyai keinginan dan kepentingan dari object "Harga ". Instrumen investasi ( saham, obligasi, forex,properti , commodity ) hanyalah sebuah alat yang digunakan oleh manusia untuk menguasai atau mencapai kepentingannya .
Apakah harga bisa diciptakan/direkayasa atau apakah pasar bisa dikuasai ? ternyata bisa. Bagaimana caranya ? hanya satu jawabannya . Dalam waktu yang bersamaan "Manusia " harus berperan sebagai pembeli dan penjual. Lho khok bisa ?
Jawabannya sederhana. Karena harga dibentuk karena ada pembeli dan penjual . Tidak mungkin harga akan naik terus jika tidak ada yang menjual pada harga yang lebih tinggi ( berarti ada pembeli dan penjual ), sebaliknya tidak mungkin harga akan turun terus jika tidak ada yang membeli pada harga yang lebih rendah ( berarti ada pembeli dan penjual juga ). Pada saat posisi dan keinginan penjual dan pembeli pada level yang sama maka akan membentuk zone kesetimbangan atau sideways .
Level sideways atau zone kesetimbangan merupakan expresi dari manusia dimana belum adanya suatu kesepakatan atau rekayasa baru untuk menggerakan harga bergerak naik lebih tinggi atau bergerak turun lebih rendah . Jika pada level ini " Manusia " menganggap kepentingannya adalah "naik " maka harga akan bergerak naik kembali menuju level naik tertentu yang sudah dapat dihitung /direkayasa sebelumnya. Sebaliknya , jika "Manusia" mempunyai kepentingan untuk menurunkan harga , maka harga akan bergerak turun menuju level turun yang sudah dapat dihitung / direkayasa sebelumnya.
Filosofi yang diterangkan diatas sebenarnya dapat dijelaskan dengan sederhana melalui konsep "Teori Supply -Demand " sebagai mana gambar diatas. Teori ini merupakan hal mendasar dari bergeraknya harga. Demand adalah suatu permintaan terhadap object oleh manusia. Supply adalah suatu penawaran terhadap object oleh manusia. Posisi demand diindentifikasikan sebagai "BUYER " . Posisi supply diindentifikasikan sebagai " SELLER ". Dalam pengembangan teori itu hanya terdapat 3 level , yaitu : Level Kesetimbangan , Level Maksimum , Level Minimum ( . Ketiga level itu akan selalu terjadi dalam suatu horizon investasi / Periode ). Biasanya Horizon Investasi dibagi menjadi 3 period, yaitu Long Term, Medium Term, Short Term. Masing-masing jenis period mempunyai 3 level yang bisa berbeda .
Untuk lebih jelasnya bagaimana proses pembentukan harga sebagaimana tergambar diatas dapat difahami sebagaimana dibawah ini ( contoh dalam pembentukan harga EUR/USD ):
I. AWAL PROSES T0 (T nol ).
Pada waktu saat T0 , ada dua peran yang akan dimainkan oleh "Spekulan" secara bersamaan. Sebagai "BUYER 1" dan Sebagai "SELLER 1". Pada saat diindikasikan harga EUR/USD sudah memasuki "LEVEL MINIMUM KESETIMBANGAN " maka para "BUYER 1" akan secara bertahap dalam jumlah sangat kecil melakukan pembelian EURO ( Pembelian EURO dapat diartikan sebagai membeli EURO melalui cross rate ). Biasanya pada level ini secara normal akan membentuk suatu area yang disebut "SISTEMATIC RISK ZONE" , yaitu suatu area sideways yang tercipta melalui mekanisme pasar secara normal dengan tingkat resiko yang normal , biasanya selalu melekat pada awal pembentukan harga. Pada area ini terjadi proses jual beli yang normal , biasanya digunakan oleh bankir dan perusahaan export/import untuk memenuhi kebutuhan bisnisnya secara wajar. Pada area ini juga "SPEKULAN" melepas posisinya untuk merealisasikan keuntungannya. Proses pada zone ini akan menghasilkan suatu konstanta "Ao" dan "sudut alpha". Maka harga EUR/USD akan bergerak membentuk " Garis Demand 1" , secara statistik matematik disebut dengan persamaan : EUR/USD = Ao +(Alpha x VED) + Eror. Ao adalah tinggi harga sideways, Alpha adalah sudut yang membentuk pergerakan awal harga, VED adalah variabel volume yang dimainkan oleh "Spekulan" untuk mempercepat pergerakan harga, Eror adalah volatiliti maksimum yang dapat menyimpang dari garis demand utama.
Sebaliknya dari sisi "SELLER 1" , juga membentuk proses awal sebagaimana Sisi " BUYER 1" , namun yang membedakannya adalah aset yang dijual adalah USD melalui berbagai instrumen cross rate USD. Sehingga "SELLER 1" dapat membentuk "GARIS SUPPLY 1" dengan persamaan : USD = B0 + ( Alpha x VDS ) + Eror. USD adalah harga USD yang dijual, Bo adalah tinggi harga sideways atau Level Sistematic Risk , VDS adalah variabel volume yang dimainkan oleh "Spekulan" untuk mempercepat pergerakan harga , Eror adalah tingkat volatility maksimum yang dapat menyimpang dari garis supply utama.
Dengan adanya 2 posisi yang dimainkan oleh "Spekulan " , maka harga akan semakin aktif bergerak dengan kecepatan dua kali lipat untuk mencapai "LEVEL KESETIMBANGAN" . "LEVEL KESETIMBANGAN " secara umum hampir pasti terbentuk karena kedua garis tersebut akan bertemu pada "ZONE KESETIMBANGAN 1". Pada saat harga EUR/USD bergerak naik menuju "ZONE KESETIMBANGAN lAMA" , maka secara bertahap posisi "BUYER 1" akan melepas EUR/USD untuk merealisasikan keuntungan. Demikaian Juga dengan posisi "SELLER 1" , pada saat harga USD terus melemah mendekati "LEVEL KESETIMBANGAN LAMA " maka "SELLER 1" akan secara bertahap melepas posisi jual USD , untuk merealisasikan keuntungannya.
Dengan demikian "SPEKULAN" selalu mendapatkan keuntungan dari dua sisi sekaligus ( sebagai "BUYER 1 " dan "SELLER 1" dengan tingkat keuntungan pada level yang maksimum . "SPEKULAN" akan mempunyai keuntungan yang luar biasa melalui multiple instrument financial.
II. Pada saat T1 ( T satu ).
Pada Zone T1 bisa terjadi perubahan "GARIS DEMAND" atau juga bisa mempunyai slope yang sama dengan garis demand sebelumnya. Perbedaanya ditentukan oleh "sudut alpha" dan tinggi level "SISTEMATIC RISK ZONE A1". Perbedaan ini disebabkan oleh kondisi terakhir sentimen fundamental yang sedang berpengaruh pada saat itu. Jika pengaruh lama masih berlangsung maka bisa saja Garis Demand lama akan sama dengan Garis Demand yang baru.
Pada T1 ini tujuan utama "SPEKULAN" adalah menyamakan posisi "LEVEL JUAL SELLER 1" dengan "LEVEL JUAL BUYER 1" sekaligus menyamakan posisi "LEVEL BELI BUYER 1" dengan "LEVEL BELI SELLER 1". Mengapa ini harus tercapai ? karena ada cost yang selalu mereka keluarkan dalam fase " SISTEMATIC RISK" sehingga dibutuhkan penetrasi harga untuk menutupi biaya tersebut.
Pada saat T1 inilah yang disebut expansi dimana harga cenderung bergerak dengan sudut yang lebih tajam dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingakan pada fase T0.
Posisi "BUYER 1" berada di pasar dengan jumlah lot transaksi BUY yang lebih besar pada saat harga telah melebihi level A1 , maka harga akan bergerak dengan persamaan: EUR/USD = A1 + (Alpha x VED ) + Eror. Sedangkan Posisi "SELLER " akan menunggangi persamaan USD= B1 + ( Alpha x VDS ) + Eror.
"SPEKULAN" dengan kekuatan memainkan variable volume transaksi ( VED ) akan mendorong harga EUR/USD terus naik mencapai posisi "LEVEL JUAL SELLER 1", dimana secara bertahap "BUYER 1 " akan melepas posisi buy untuk merealisasikan keuntungan.
Juga dengan posisi "SELLER 1", USD akan secara bertahap dilepas pada saat harga mendekati "LEVEL MINIMUM KESETIMBANGAN ".
Pada saat bersamaan terbentuknya dan telah tercapainya "LEVEL MAKSIMUM KESETIMBANGAN " dan " LEVEL MINIMUM KESETIMBANGAN" maka semua posisi buy EUR/USD " BUYER 1 " akan dilepas pada " LEVEL JUAL BUYER 1". Semua posisi sell USD 'SELER akan dilepas pada " LEVEL BELI SELLER 1".
Demikian ilustrasi bagaimana para Hedge Fund dan Spekulan ( MAFIA RENTE ) melakukan penjungkirbalikan harga.
Semoga Bermanfaat
Salam STI
Salam STI

How To Play Baccarat (with Pictures) - WORRIione
BalasHapusHow to Play kadangpintar Baccarat · How to Play Baccarat · How 바카라 사이트 to Win หารายได้เสริม at Baccarat · Play Baccarat · How to Win at Baccarat · The Difference Between Baccarat