Parabolic SAR (SAR=stop and reverse; id:berhenti dan berbalik) adalah merupakan salah satu indikator dalam analisis teknis, dan metode ini diperkenalkan oleh J. Welles Wilder, Jr, dalam bukunya yang berjudul "New Concepts in Technical Trading Systems", guna menemukan gejala (trend) dalam harga pasar suatu saham atau sekuriti yang dapat digunakan sebagai indikator guna membuat order penghentian kerugian (stop loss order) berdasarkan gejala harga yang berada di antara rentang kurva parabolik selama gejala yang nampak amat kuat.
Konsep Parabolic SAR ini berasal dari suatu pemikiran bahwa waktu adalah merupakan musuh, dan kecuali sekuriti tersebut dapat tetap menghasilkan keuntungan lebih banyak maka harus dilikuidasi. Indikator ini bekerja dengan baik dalam kondisi tren pergerakan harga namun dalam tren dimana tidak terdapat pergerakan harga (tren datar) maka menjadi kurang bermanfaat.
KEISTIMEWAAN PARABOLIC SAR
Ketika Trend Naik Maka titik SAR akan berada di bawah line. Di situlah kita akan melakukan Open Posisi Buy. Saran saya ketika Trend naik jangan mencoba melawan trend yang sedang terjadi dengan mengambil posisi Sell di khawatirkan harga akan kembali ke trend semula dank an membuat kita Loss Besar jika tidak memasang StopLoss.
Parabolic SAR juga memiliki keistimewaan lain yaitu titik SAR tersebut dapat di jadikan area untuk memasang StopLoss. Jadi StopLoss di pasang di titik SAR pertama. Dan kita bisa menaikan stop los ketika harga terus naik untuk melindungi Profit. Atau kita bsa menggunakan trailing Stop.
Ketika Trend Naik Maka titik SAR akan berada di bawah line. Di situlah kita akan melakukan Open Posisi Buy. Saran saya ketika Trend naik jangan mencoba melawan trend yang sedang terjadi dengan mengambil posisi Sell di khawatirkan harga akan kembali ke trend semula dank an membuat kita Loss Besar jika tidak memasang StopLoss.
Parabolic SAR juga memiliki keistimewaan lain yaitu titik SAR tersebut dapat di jadikan area untuk memasang StopLoss. Jadi StopLoss di pasang di titik SAR pertama. Dan kita bisa menaikan stop los ketika harga terus naik untuk melindungi Profit. Atau kita bsa menggunakan trailing Stop.
Down Trend
Ketika Trend Turun Maka titik SAR akan berada di atas Candle Stick. Di situlah kita akan melakukan Open Posisi Sell. Saran saya ketika Trend Turun jangan mencoba melawan trend yang sedang terjadi dengan mengambil posisi Buy, di khawatirkan harga akan kembali ke trend semula dank an membuat kita Loss Besar jika tidak memasang StopLoss.
trading tanggal 23 April 2012 Line Chart menggunakan indikator kombinasi Bollinger Band dan Parabolic SAR
Billing Marketiva tgl.23 April 2012
Gambar di atas adalah tampilan grafik Line Chart, Bollinger Band dan telah dikombinasikan dengan indikator Parabolic SAR. Pada dasarnya indikator Parabolic SAR berupa titik-titik yang tersebar diatas atau dibawah pergerakan Harga yang terjadi setiap waktu.
Fungsi dari titik-titik tersebut adalah sebagai penahan harga, artinyajika titik parabolic SAR berada diatas, maka harga akan cenderung turun untuk beberapa waktu ke depan, demikian juga sebaliknya jika indikator parabolic SAR berada dibawah, makaharga akan memiliki kecenderungan untuk naik dalam beberapa waktu kedepan. dengan menggunakan indikator parabolic SAR kita juga dapat mengambil momen ketika terjadi pembalikan arah harga. caranya adalah dengan melakukan pengamatan sebagai berikut :
1. Ketika indikator prababolic SAR berada diatas, maka pergerakan harga cenderung turun. amati terus dan jangan melakukan apa-apa sampai suatu saat line chart akan menyentuh titik parabolic SAR. pada saat itu terjadi secara otomatis titik parabolic SAR akan berpindah ke bawah. Saat itulah terjadi sinyal beli (Buy) karena harga akan didorong oleh titik parabolic SAR agar bergerak naik. Lakukan Transaksi BUY dan dapatkan keuntungan beberapa point dari transaksi tersebut.
2. Hal yang sama juga berlaku ketika titik-titik parabolic SAR berada dibawah artinya harga akan didorong untuk terus naik. amati hingga suatu saat harga akan turun sehingga Line Chart akan menyetuh titik parabolic SAR. Ketika itu terjadi maka dengan sendirinya titik parabolic SAR akan berpindah ke atas. Saat itulah terjadi sinyal jual (Sell). Lakukan transaksi SELL dan dapatkan keuntungan beberapa point dari transaksi tersebut.
PENTING.....!!!!!!!
Saran saya ketika Trend Turun jangan mencoba melawan trend yang sedang terjadi dengan mengambil posisi Buy, di khawatirkan harga akan kembali ke trend semula dan akan membuat kita Loss Besar jika tidak memasang StopLoss. Begitu pula Sebaliknya....
Semoga bermanfaat....GO TRADE....!!!!!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar