Jumat, 27 April 2012

Strategy Short Term dan Trader Pemula


Mayoritas trader Lama dan Baru cenderung trading secara short term (jangka pendek). Alasan kenapa hal ini terjadi adalah, karena minimnya modal dan kebanyakan dari kita tidak sabar untuk menunggu seharian untuk mendapatkan momen trading yang tepat – namun bisa jadi tangan anda gatal ketika sedang memandangi  Chart Trading:D
Untuk tipe trader seperti ini, mereka cenderung untuk mendapatkan profit sesegera mungkin. Mereka mungkin akan senang untuk meraih 10 pips selama 10 kali dalam satu hari daripada menuai profit 100 pips dalam 1 posisi dengan mengalami floating loss terlebih dahulu, pepatah bilang  sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit. Strategi yang cocok untuk trader seperti ini adalah strategi momentum jangka pendek (Short Term).

Strategi trading momentum jangka pendek dan Trader pemula
Gunakan Style Line dan 4 buah indikator yang diperlukan untuk menggunakan strategi ini,
  1. Moving Average (MA)
  2. Bollinger Band (BB)
  3. Parabolic SAR (P-SAR)
  4. Moving average convergence/divergence (MACD) – setting default
Moving Average (MA) digunakan untuk membaca momentum pergerakan chart yang baru terjadi. Bollinger Band (BB) digunakan untuk menentukan batas atas dan batas bawah juga digunakan untuk memastikan arah trend. Parabolic SAR (P-SAR) digunakan untuk memastikan kapan kita harus mengambil open posisi yang sejalan dengan arah trend. MACD digunakan untuk mengukur kekuatan momentum dan menyaring signal yang salah.

Petunjuk menggunakan strategi momentum jangka pendek

Open posisi BUY
  • Setting chart anda dalam timeframe 5 menit zoom 125%.
  • Tunggu sampai chart memotong kedua indikator moving average, Titik merah P-SAR sudah berpindah ke bawah, Garis BB semakin menjauh dan cenderung membentuk lonjong ke kanan serta pastikan garis merah MACD Sudah memotong garis biru sehingga posisinya berada diatasnya.
  • Tempatkan stop loss pada harga low di garis yang memotong kedua moving average tadi.
Open posisi SELL




  • Setting chart anda dalam timeframe 5 menit zoom 125%.
  • Tunggu sampai chart memotong kedua indikator moving average, Titik merah P-SAR sudah berpindah ke Atas, Garis BB semakin menjauh dan cenderung membentuk lonjong ke kiri serta pastikan garis merah MACD Sudah memotong garis biru sehingga posisinya berada dibawahnya.
  • Tempatkan stop loss pada harga high di garis yang memotong kedua moving average tadi.


  • Logika dibalik strategi ini adalah, kita melakukan open posisi buy / sell ketika momentum berada di pihak kita. Strategi ini juga dapat digunakan oleh para long term trader untuk menentukan titik open posisi yang bagus.
    Bagaimana dengan anda? sudah pernahkah anda mencoba strategi ini?
    Silahkan sharing bersama-sama Mbah Katro disini :)

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar